Asosiasi ITIA

Pemain tenis berkebangsaan Meksiko Carlos Ramirez Utermann belum lama ini telah dilarang oleh Asosiasi ITIA (Integritas Tenis Internasional), sebuah badan independen yang mengawasi intgritas pemain professional tenis dunia – usai melanggar peraturan resmi mengenai judi.

Pemain berusia 27 tahun tersebut telah dilarang bermain tenis selama total satu tahun 10 bulan, seerta juga harus membayar denda sebesar USD 2.000 dan hukuman penangguhan sebesar USD 8.000. Sementara itu, hukuman untuk Utermann juga akan ditambah bila sang pemain terbukti melakukan pelanggaran atau tindak criminal lainnya.

Sebagai akibat dari sanksi tersebut, ia tidak akan dapat berkompetisi di atau bahkan hanya menghadiri turnamen tenis apa pun dan di mana pun yang penyelenggaraannya diizinkan atau disetujui oleh badan pengatur tenis internasional atau asosiasi nasional mana pun hingga 11 September 2023, dengan larangan dianggap telah dimulai pada 12 November 2021 lalu.

Menurut tim penyelidik ITIA, dua aturan yang sudah tercancum dalam “Program Antikorupsi Tenis” alias The Tennis Anti-Corruption Program (TACP) yang telah dilanggar Utermann adalah Bagian D.1.d dari TACP 2018 dan Bagian D.2.a.1 dari TACP 2015, 2017 dan 2018.

Adapun bagian yang pertama berisi tentang melarang ‘orang yang diawasi’, dalam hal ini petenis professional, untuk secara langsung atau tidak langsung merancang atau mencoba untuk menyumbangkan hal apa pun dari suatu turnamen.

Baca Juga: Main Blackjack di Bandar Live Casino? Ketahui 5 Pantangan!

Sementara bagian yang kedua berisi tentang mengharuskan pemain tenis untuk melaporkan insiden tersebut ke Unit Integritas Tenis atau the Tennis Integrity Unit (TIU) jika mereka ditawari uang, keuntungan, atau sesuatu apa pun yang berpotensi untuk mempengaruhi hasil pertandingan.

Utermann sendiri saat ini memiliki peringkat ATP tertinggi dalam karirnya yakni 1021, dan ditemukan telah memperbaiki hasil atau aspek lain dalam beberapa pertandingan tapi sayangnya ia gagal melaporkan mengenai aktivitas korupsi ke ITIA di seluruh pertandingan yang ia ikuti pada 2015, 2017 dan 2018.

Adapun ITIA pertama kali didirikan pada awal tahun ini, setelah sejumlah pihak melakukan pertemuan dan mengikuti rekomendasi dari TIU menyusul banyak laporan dari masyarakat independen tentang pengaturan pertandingan dan korupsi atlet pada 2018.

Situs web ITIA sendiri diluncurkan pada bulan Januari tahun ini oleh badan pengatur tenis global, dalam upaya untuk meningkatkan komunikasi, informasi, dan keterlibatan antara semua pemangku kepentingan yang melindungi integritas di semua tingkat olahraga di dunia.

By Chelsea